Selasa, 11 Oktober 2011


DAMAI

Langit tetap biru
Pepohonan tetap hijau
Bangunan tetap berdiri tegak
Manusia tak seperti dulu lagi
Kini tidak ada kerja sama
Selalu mementingkan diri sendiri
Saling berkelahi
Semua saling benci
Oh, miskinkah hati ini
Apakah tidak ada lagi kata damai ?
Apakah yang ada hanya benci ?
Hanya berkorupsi.
Aku hanya bisa berdoa pada TUHANku...

"Damai Dalam Selimut Ramai"

Bisumu memenjara
Terpasung dalam deru
Jalanmu kau pilih sendiri
damaiku dalam selimut ramai

Dan kau bertanya kenapa
Kujawab biar saja
Perlu kutemani?
Jangan kau ke sini
damaiku dalam selimut ramai

Biar hingar bingar
Temaniku 
Sampaiku
Rasaku
Bosanku
Damaiku dalam selimut ramai

Tidak ada komentar:

Posting Komentar